Harga Sewa Apartemen dalam Dolar AS Meningkat

25 April 2016

Sektor bisnis minyak dan gas pada kuartal ini menurun akibat harga minyak dunia yang terjun bebas. Hal ini tentu membuat sejumlah kalangan was-was pasar apartemen sewa—yang umumnya dihuni ekspatriat—akan terkena imbasnya.

Kendati demikian, ternyata berakhirnya kontrak sewa penghuni lama tidak terlalu memengaruhi tingkat hunian rata-rata apartemen sewa Jakarta pada awal kuartal 2016. Demikian hasil riset konsultan properti Cushman & Wakefield.

Sub-sektor apartemen servis mampu mempertahankan tingkat hunian rata-rata di 70,0% pada kuartal ini. Angka tersebut sedikit menurun 0,4% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sebaliknya, sub-sektor apartemen khusus sewa mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,6% pada kuartal ini. Pasalnya, apartemen khusus sewa tetap menjadi pilihan akomodasi yang menarik bagi ekspatriat selama tinggal di Indonesia.

Selama kuartal pertama 2016, Cushman & Wakefield tidak mengidentifikasi adanya pasokan apartemen khusus sewa dan apartemen servis baru di Jakarta. Kendati demikian, terdapat satu proyek apartemen servis baru di Cikarang yang mulai operasi pada kuartal ini.

Beroperasi mulai Maret 2016, GTV Serviced Apartment memberikan kontribusi 180 unit pada total pasokan Apartemen Servis di luar Jakarta menjadi 1.111 unit. Dibanding tahun lalu, jumlah pasokan tersebut mengalami peningkatan signifikan sebesar 32,6%. Hal ini menunjukkan pesatnya perkembangan sektor akomodasi sewa di Bekasi dan Cikarang.

Sewa dalam Rupiah Turun

Harga sewa dalam Rupiah relatif stabil pada kuartal I-2016, karena sudah cukup tinggi akibat penurunan Rupiah pada tahun lalu. Meski demikian, dibandingkan kuartal lalu, harta sewa dalam Dolar AS mengalami kenaikan sebesar 1,45% menjadi USD22. Hal ini lebih disebabkan oleh tingginya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

Harga sewa rata-rata apartemen khusus sewa mengalami kenaikan per kuartal sebesar 2,8% menjadi USD18,8, atau mengalami kenaikan sebesar 2,1% per tahun. Serupa dengan apartemen khusus sewa, harga sewa apartemen servis juga meningkat sebesar 2,9% menjadi USD29,3 pada kuartal ini, atau mengalami peningkatan sebesar 3,4% dibanding tahun lalu.

Cushman & Wakefield memprediksi penawaran harga sewa akan relatif stabil sepanjang tahun ini. Hal ini didukung oleh pengalihan transaksi sewa dari Dolar AS ke Rupiah.

Walaupun demikian, tingkat hunian diprediksi mengalami penurunan, karena perlambatan ekonomi akan berakibat pada menurunnya anggaran akomodasi sewa.

Pasokan baru sub-sektor apartemen servis akan terus meningkat. Tercatat ada tiga proyek di Jakarta dan dua proyek di Cikarang diperkirakan rampung pada akhir 2016.


Source: http://www.rumah.com/berita-properti/2016/4/123397/harga-sewa-apartemen-dalam-dolar-as-meningkat